Tampilkan postingan dengan label Kisah Ulama Wali dan Habaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Ulama Wali dan Habaib. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2016

Ziarah ke Makam Datu Kalampayan

Datu Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dikenal sebagai ulama nang sudah kawa melukis warna sejarah pertumbuhan wan perkembangan Islam di Banua Banjar Kalimantan khususnya wan wilayah Nusantara umumnya.

Shohibul Maulid (Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi )

Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi dilahirkan pada hari Juma’at 24 Syawal 1259 H di Qasam, sebuah kota di negeri Hadhramaut.

Senin, 14 November 2016

Ternyata Kapitan Pattimura Itu Beragama Islam

Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy atau Mat Timur (Mattimura/Pattimura) lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Sapura seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy(Mattimura/Pattimura/Mat timur) lahir

Jumat, 04 November 2016

Syekh Ahmad Khatib Sambas (1803-1875)


Syeikh Ahmad Khatib Sambas yang merupakan Guru para Ulama Nusantara dilahirkan di daerah Kampung Dagang, Sambas, Kalimantan Barat, pada bulan shafar 1217 H. bertepatan dengan tahun 1803 M. dari seorang ayah bernama Abdul Ghaffar bin Abdullah bin Muhammad bin Jalaluddin. Ahmad Khatib terlahir dari sebuah keluarga perantau dari Kampung Sange’. Pada masa-masa tersebut, tradisi merantau (nomaden) memang masih menjadi bagian cara hidup masyarakat di Kalimantan Barat.

Ahmad Khatib Sambas menjalani masa-masa kecil dan masa remajanya. Di mana sejak kecil, Ahmad khatib Sambas diasuh oleh pamannya yang terkenal sangat alim dan wara’ di wilayah tersebut. Ahmad khatib Sambas menghabiskan masa remajanya untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, ia berguru dari satu guru-ke guru lainnya di wilayah kesultanan Sambas. Salah satu gurunya yang terkenal di wilayah tersebut adalah, H. Nuruddin Musthafa, Imam Masjid Jami’ Kesultanan Sambas.

Karena terlihat keistimewaannya terhadap penguasaan ilmu-ilmu keagamaan, Ahmad Khatib Sambas kemudian dikirim oleh orang tuanya untuk meneruskan pendidikannya ke Timur Tengah, khususnya Mekkah. Maka pada tahun 1820 M. Ahmad Khatib Sambas pun berangkat ke tanah suci untuk menuntaskan dahaga keilmuannya. Dari sini kemudian ia menikah dengan seorang wanita Arab keturunan Melayu dan menetap di Makkah. Sejak saat itu, Ahmad Khatib Sambas memutuskan menetap di Makkah sampai wafat pada tahun 1875 M.

KH. ABDULLAH MARISIE ULAMA SAMARINDA TEMPO DULU


Ketika KH. Abul Hasan berangkat ketanah suci tahun 1930 beliau menunjuk KH. Abdullah Marisie sebagai pengganti untuk jabatan Penghulu/Landraad Agama Islam dan pemerintah menyetujuinya,, sehingga KH. Abdullah Marisie merupakan Penghulu ke lV di Samarinda kota. Selain itu juga sebagai Imam Mesjid Jami’ Jabatan tersebut dijabat hingga tahun 1957.
KH. Abdullah Marisie pada tahun 1918 datang dari Banjarmasin dan menetap di Samarinda. Bersama-sama dengan KH. Muchlis & beberapa teman lain. Tahun 1919 mendirikan AL-MADRASAH ISLAMIAH ASY-SYAFI’IAH, yg merupakan Madrasah Pertama didaerah ini yang dilakukan dengan sistem formal. Karena Beliau menunaikan ibadah Haji di Mekkah sambil menuntut ilmu (1921-1924), maka pimpinan dijabat oleh KH. Muchlis, Abdul Gafur dan lainnya sebagai guru-gurunya.
Sekembali dari tanah suci, dan ditunjang oleh KH. Abul Hasan, dapat didirikan Ahlussunnah Scool pada tahun 1926, yang bertempat dibekal HIS Swasta di Stamboel Straat.